Pengukuran Kadar Air

Alat Pengukur Kadar Air – Pengukuran Kadar Air ini penting dilakukan, terlebih apabila kadar air yang akan diukur ini adalah kadar air bijian hasil panen seperti padi dan jagung. Menurut Syarif dan Halid, 1993 Kadar air merupakan persentase kandungan air suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah atau berat kering. Kadar air berdasarkan berat basah adalah perbandingan antara berat air dalam suatu bahan dengan berat total bahan, sedangkan kadar air berdasarkan berat kering adalah perbandingan antara berat air dalam suatu bahan dengan berat kering bahan tersebut.

Untuk mengukur kadar air menggunakan alat yang bernama moisture meter pertama alat harus dibersihkan terlebih dahulu, terutama pada bagian yang akan digunakan sebagai wadah dari sampel yang akan diukur kadar airnya. Sampel yang akan diukur atau diuji ini dimasukan kedalam alat moisture meter apabila yang digunakan adalah moisture meter tipe teko tuang dan dimasukan kedalam karung apabila alat moisture meter yang digunakan merupakan tipe tusuk yang nantinya akan ditusukan pada sampel yang berada pada karung.

Moisture model tusuk ini biasanya digunakan sebagai alat pengukur kadar air dilapangan, sedangkan tipe teko tuang ini biasanya digunakan seperti untuk menguji sampel yang akan diukur pada laboratorium. Kadar air dari suatu bahan pakan merupakan salah satu indikator kualitas dari suatu bahan pakan. Tidak hanya bahan pakan, sebelum disimpan digudang juga perlu dilakukan pengukuran kadar air.

Jika digunakan untuk mengukur kadar air bahan pakan, hal ini akan sangat menentukan dalam hal teknis, penanganan dan pengolahan menjadi pakan. Apabila kadar air pada bahan pakan terlalu tinggi akan menyebabkan mudah terkena kontaminasi jamur dan mikroorganisme lainya.  Apabila itu terjadi maka akan mempengaruhi bahan baku tersebut. Untuk penyimpanan yang baik biasanya bahan pakan berada pada kadar air yang cukup rendah yaitu berkisar dari 12-15%.

Metode yang Digunakan Untuk Mengukur Kadar Air

Saat ini sudah banyak metode yang digunakan untuk mengukur kadar air. Metode yang banyak digunakan dan paling umum adalah metode dengan cara membandingkan bobot segar dengan bobot setelah mengalami penjemuran atau pengeringan. Penjemuran atau pengeringan ini bisa menggunakan cahaya matahari atau menggunakan oven. Ada juga metode yang mudah untuk dilakukan, cepet, efektif dan efisien yaitu menggunakan alat bernama digital moisture meter. Dengan alat moisture meter ini Anda bisa dengan mudah untuk mengukur kadar air sampel, bahan baku pakan dll.

Kedua metode diataslah yang banyak digunakan untuk menguji maupun mengukur kadar air. Tujuan dilakukan pengukuran ini adalah mengetahui nilai kelembaban bahan yang akan berdampak pada penyimpanan maupun pada proses berikutnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *